Senin, 08 Juni 2009

Menunda Kepikunan

Pikun atau demensia alzheimer merupakan suatu sindrom penurunan kemampuan intelektual progresif yang menyebabkan kemunduran kemampuan kognisi dan fungsional sehingga fungsi sosial, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu. Ketua Asosiasi Alzheimer Indonesia, dr Samino SpS (K), mengungkapkan, demensia alzheimer umumnya mulai menyerang pada usia 40-50 tahun. Saat itu, massa otak penderita mulai berkurang karena sel-sel saraf mengalami kematian secara cepat. Akibatnya, transmisi antarsel terganggu karena jumlah asetilkolin (zat yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antarsel otak) menurun.
Menurut M. Sholekhudin, faktor yang menyebabkan kepikunan datang lebih cepat:
•Stres berkepanjangan
•Kurang istirahat
•Konsumsi obat-obatan tertentu
•Kebiasaan merokok dan minum alkohol
•Diabetes, hipertensi dan hiperkolesterolemia
Gejalanya dimulai dengan gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan dan berbahasa, gangguan pengenalan waktu dan tempat, kesulitan mengambil keputusan yang tepat, kesulitan berpikir abstrak, sering salah meletakkan barang, perubahan tingkah laku, perubahan kepribadian serta kehilangan inisiatif.
Salah satu pencegahan kepikunan adalah dengan membaca secara rutin. Hal ini berhubungan dengan kerja otak. Semakin sering kita menggunakan otak, maka dapat mencegah kepikunan. Tetapi, jika kita jarang menstimulus otak yang terjadi akan sebaliknya. Maka mulai dari sekarang, marilah kita rajin membaca untuk menunda atau mencegah kepikunan dini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar