Pikun atau demensia alzheimer merupakan suatu sindrom penurunan kemampuan intelektual progresif yang menyebabkan kemunduran kemampuan kognisi dan fungsional sehingga fungsi sosial, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu. Ketua Asosiasi Alzheimer Indonesia, dr Samino SpS (K), mengungkapkan, demensia alzheimer umumnya mulai menyerang pada usia 40-50 tahun. Saat itu, massa otak penderita mulai berkurang karena sel-sel saraf mengalami kematian secara cepat. Akibatnya, transmisi antarsel terganggu karena jumlah asetilkolin (zat yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antarsel otak) menurun.
Menurut M. Sholekhudin, faktor yang menyebabkan kepikunan datang lebih cepat:
•Stres berkepanjangan
•Kurang istirahat
•Konsumsi obat-obatan tertentu
•Kebiasaan merokok dan minum alkohol
•Diabetes, hipertensi dan hiperkolesterolemia
Gejalanya dimulai dengan gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan dan berbahasa, gangguan pengenalan waktu dan tempat, kesulitan mengambil keputusan yang tepat, kesulitan berpikir abstrak, sering salah meletakkan barang, perubahan tingkah laku, perubahan kepribadian serta kehilangan inisiatif.
Salah satu pencegahan kepikunan adalah dengan membaca secara rutin. Hal ini berhubungan dengan kerja otak. Semakin sering kita menggunakan otak, maka dapat mencegah kepikunan. Tetapi, jika kita jarang menstimulus otak yang terjadi akan sebaliknya. Maka mulai dari sekarang, marilah kita rajin membaca untuk menunda atau mencegah kepikunan dini.
Senin, 08 Juni 2009
Konsep Pendidikan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist
Al-Qur'an merupakan firman Allah yang dijadikan pedoman hidup kaum muslim yang tidak ada lagi keraguan di dalamnya. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran pokok (prinsip dasar) menyangkut segala aspek kehidupan manusia yang selanjutnya dapat dikembangkan kapanpun masanya dan hadir secara fungsional memecahkan problem kemanusiaan. Salah satu permasalahan yang tidak sepi dari perbincangan adalah masalah pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah. Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanahu watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain. Untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran.
Dalam al-Qur'an sendiri telah memberi isyarat bahwa permasalahan pendidikan sangat penting, jika al-Qur'an dikaji lebih mendalam maka kita akan menemukan beberapa prinsip dasar pendidikan, yang selanjutnya bisa kita jadikan inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu.
Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist, maka terdapatlah beberapa perintah yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, untuk menuntut ilmu, agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad saw, Artinya :"Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan". (HR. Ibn Abdulbari)
Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan 'aqaid dan ibadat, baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup.
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah. Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanahu watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain. Untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran.
Dalam al-Qur'an sendiri telah memberi isyarat bahwa permasalahan pendidikan sangat penting, jika al-Qur'an dikaji lebih mendalam maka kita akan menemukan beberapa prinsip dasar pendidikan, yang selanjutnya bisa kita jadikan inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu.
Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist, maka terdapatlah beberapa perintah yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, untuk menuntut ilmu, agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad saw, Artinya :"Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan". (HR. Ibn Abdulbari)
Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan 'aqaid dan ibadat, baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup.
kewajiban seorang muslim
Perlu kita ketahui bahwasanya hukum menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah sebagaimana yang Rasullulah tuturkan: menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (HR. Ibnu Majah). Maka hendaklah setiap kita berusaha memahami islam dengan menuntut ilmu syar’i sebagai jalan menuju kebahagiaan yang abadi. Banyak sekali esensi menuntut ilmu dalam hukum islam. Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Al-Ilmu Fadhluhu Wa Syarafuhu menyebutkan ada 100 lebih esensi menuntut ilmu, diantaranya:
1. Orang berilmu akan Allah angkat derajatnya sebagaimana Allah berfirman dalam QS. AL-mujadilah:11.
2. Orang yang berilmu adalah orang yang paling takut kepada Allah. Allah berfirman dalam QS. Fathir:28. Ibnu Masud berkata ‘cukuplah rasa takut kepada Allah disebut ilmu dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut suatu kebodohan.” Imam Ahmad berkata “pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah”. Apabila seseorang bertambah ilmunya maka akan bertambah rasa takutnya kepada Allah.
3. Faham dalam masalah agama termasuk tanda-tanda kebaikan. Rasul bersabda: barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan paham agama kepadanya (HR. Bukhari, muslim). Imam Nawawi mengatakan “di dalam hadits di atas terdapat keutamaan ilmu, mendalami agama, dan dorongan kepadanya. Sebabnya adalah karena ilmu akan menuntutnya kepada ketakwaan pada Allah. “
4. Menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah sunnah dan wajib kifayah. Rasullulah bersabda “keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah….”(HR.At-Tabrani). Ali Bin Abi Thalib mengatakan “orang yang berilmu lebih besar ganjaran pahalanya daripada orang yang puasa, shalat, dan berjihad di jalan Allah”. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan “aku tidak mengetahui satu ibadahpun yang lebih baik daripada mengajarkan ilmu kepada manusia”. Imam syafi’i mengatakan “tidak ada sesuatupun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syariat daripada menuntut ilmu syar’i.”
5. Menuntut ilmu adalah jihad di jalan Allah. Rasul bersabda “barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid nabawi )dengan tujuan mempelajari kebaikan/mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah (HR. Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban). Imam Ibnul Qoyyim mengatakan “jihad dengan hujjah dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak.”
Disarikan dari kitab “Tholabul Ilmi Thoriiqun Lil Wshuli Ilal Jannati” oleh: ust. Yazad Jawas, diringkas oleh Rifqi.
1. Orang berilmu akan Allah angkat derajatnya sebagaimana Allah berfirman dalam QS. AL-mujadilah:11.
2. Orang yang berilmu adalah orang yang paling takut kepada Allah. Allah berfirman dalam QS. Fathir:28. Ibnu Masud berkata ‘cukuplah rasa takut kepada Allah disebut ilmu dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut suatu kebodohan.” Imam Ahmad berkata “pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah”. Apabila seseorang bertambah ilmunya maka akan bertambah rasa takutnya kepada Allah.
3. Faham dalam masalah agama termasuk tanda-tanda kebaikan. Rasul bersabda: barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan paham agama kepadanya (HR. Bukhari, muslim). Imam Nawawi mengatakan “di dalam hadits di atas terdapat keutamaan ilmu, mendalami agama, dan dorongan kepadanya. Sebabnya adalah karena ilmu akan menuntutnya kepada ketakwaan pada Allah. “
4. Menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah sunnah dan wajib kifayah. Rasullulah bersabda “keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah….”(HR.At-Tabrani). Ali Bin Abi Thalib mengatakan “orang yang berilmu lebih besar ganjaran pahalanya daripada orang yang puasa, shalat, dan berjihad di jalan Allah”. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan “aku tidak mengetahui satu ibadahpun yang lebih baik daripada mengajarkan ilmu kepada manusia”. Imam syafi’i mengatakan “tidak ada sesuatupun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syariat daripada menuntut ilmu syar’i.”
5. Menuntut ilmu adalah jihad di jalan Allah. Rasul bersabda “barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid nabawi )dengan tujuan mempelajari kebaikan/mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah (HR. Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban). Imam Ibnul Qoyyim mengatakan “jihad dengan hujjah dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak.”
Disarikan dari kitab “Tholabul Ilmi Thoriiqun Lil Wshuli Ilal Jannati” oleh: ust. Yazad Jawas, diringkas oleh Rifqi.
Langganan:
Postingan (Atom)

